Paket kehidupan

Dihempaskan dari pojok kepedihan

Bangun dari mimpi-mimpi panjang yang menyesakkan

Dilempar dari lumpur kehinaan

Bersinar dari pekatnya luapan nafsu

Dibuang dari gelapnya pintu kebencian

Berwarna dari sepinya kebersamaan

Itulah yang selalu diharapkan.

Takdir hidup memang tak selamanya menyenangkan.

Terkadang dalam ketidak keberdayaan, kita harus menghempaskan kebahagiaan yang tersisa.

Direnggut, dipaksa, dan terlepas,..

Hingga tiada lagi, walau sebesar zarah, senyum atas kepedihan. Seperti desau dahan yang berbincang. Berbisik mengusik nafas kehidupan. Bergulung ombak dilautan, karam..

Tapi,

tak selamanya juga takdir hidup penuh kepedihan. Ada kalanya kita merasa bahwa seluruh kebahagiaan adalah milik kita. Seakan tiada kesusaha, tiada kesedihan yang mampu menghampiri.

Semua warna adalah lukisan kita,

Semua keindahan adalah ornamen yang bertaburan untuk kita. Dendang-dendang nyanyian selalu mengiringi harapan untuk terus bahagia tanpa ada pergantian…

Bahagia,

Seperti bening embun pagi yang membiaskan spektrum pelangi,

Penuh dengan warna-warni cinta

Berwarna, indah, dan sempura,..

Mawar pasti berduri, dan juga hidup ini, penuh kejutan yang tak pasti.

Jangan rasakan sebagai cobaan,

Tapi lalui sebagai kasih sayang.

Jangan pernah sesali,

Karena semua pasti berarti.

Dan jangan terlalu berbangga,

Karena makna akan menyapa..

Duka tanpa bahagia, atau bahagia tanpa duka adalah seperti ;

Siang yang takkan berarti tanpa malam,

Atu pagi yang takkan berarti tanpa senja,

Selayaknya diriku yang takkan berarti tanpamu..

Dalam setiap rona kepedihan, pasti ada pola keindahan yang tercipta untuk menjemput kebahagiaan. Karena semua telah tercipta dalam satu paket kehidupan. Hawa tercipta untuk menemani sang Adam, dan dirimu tercipta untuk melengkapi bait-bait rindu dalam hidupku…

Comments

Sebuah Pengharapan

Seperti pejuang tanpa pedang, atau malaikat yang kehilangan sayapnya, tanpa dirimu aku rapuh. Rencana yang terbentang seakan menghilang. Arah waktu yang berlalu terus saja membisu. Semakin berlalu semakin semu. Semakin membisu semakin pilu..  Bias cahaya yang dulu berpijarpun kini memendar. Ah..  aku tak tahu apa artinya ini. Aku merasa kehilangan kekasih hati..

Resonansi,

memadukan dua mimpi, disulam dengan benang kehidupan.Tapi mungkinkah jadi kenyataan?

Aku bertahan dan terus bertahan karena hanya itulah yang sanggup aku lakukan, menjaga setiaku kepadamu. Walau bukan yang pertama kuharap yang terakhir. Walau dunia telah berakhir indah dirimu kan selalu terukir. Menjadi pelangi yang warna-warni, tercipta secantik bidadari, dan bidadari pun tersenyum iri .

Ah.,  aku pun tersenyum getir saat huruf-huruf dalam larik tulisanku ini berkejar-kejaran berlari, yang semakin lama semakin menyesakkan. Apakah aku memang tak pantas memiliki satu saja dari sekian bidadari bumi yang berhati langit? Yang setia menyulam sayapku bila telah berkisi? Yang setia menemaniku merentang melayang mengeja kehidupan?

Bukan harta dunia semata. Bukan pula hasrat luapan jiwa. Atau sekedar pertautan hati. Tapi keredhaan Ilahi yang jadi tujuan suci, kebahagiaan abadi, terus kekal selamanya…

Comments

“Ayya

landCukup sekali ia merasakan sakit dlm hdup ini. Dn aq tak akan mengulangi sakitnya untk yg kdua kali. Smg apa yg aq bw dr setetes embun kedamaian bsa membhgiakannya, wlau tak seindah dn sesempurna yg smestinya. Tp aq akn sllu berusaha mjd yg terbaik untknya. Dn smg rahmat kbhgiaan sllu trcurah kpdnya saat ini dsana..
*Sungguh, aq sangat merindukannya. Berjuta kerinduan untknya sllu..

Nabipun merasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati dn perasaan lelaki akan resah. Masih mencari walau ada segalanya. Apa yg ada dlm surga, namun adam tetap merindukan hawa. Sprti aq yg tengah merindukannya..
Menantikan perjumpaan untk mlpas kerinduan.,

Comments

Mungkin

cemburuMungkin salah satu yang menjadi tugas besar dalam berumah tangga adalah menumbuhkan cinta itu setiap saat. Menjaganya untuk tak pernah berubah, apalagi mati.
Mungkin kami tak boleh membiarkan waktu atau orang lain yang menjawab.
Setiap hari kami harus menumbuhkan cinta kami dengan berbagai cara.
Cinta harus terus tumbuh, menembus semua rintangan. Kuncup-kuncupnya tak boleh merekah semua seketika, untuk kemudian layu. Ranting dan pokoknya harus kuat menjulang. Cinta harus ditumbuhkan sepanjang usia kami, dengan bunga-bunganya yang bertaburan di sepanjang jalan kesetiaan.
Jalan yang kami tapaki dengan riang di bumi dan semoga kelak mempertemukan kami kembali di langit….

Comments

U’r lies

kenapa harus bohooooooong…………….???????!!!!!

AARRRGGGHHHHHH……!!!

Comments

Tentangku

Aku mencintaimu,

Walau matahari tak lagi menghangatkan sang bumi

Aku mencintaimu,

Walau air tak lagi mengalir

Aku mencintaimu,

Walau bulan tak lagi menerangi sang malam

Aku mencintaimu

Walau angin tak lagi berhembus

Dan aku tetap mencintaimu,

Walau kau tak lagi mencintaiku

Aku tetap cinta..

Comments (7)

Tentangmu

Sayang,..

Indahnya langit senja tak seindah dirimu

Cantiknya mutiara tak secantik wajahmu

Terangnya sinar purnama tak seterang hatimu

Sayang,

Engkaulah hadiah teragung yang paling indah

dari Tuhan untukku

Jauh lebih indah dan sempurna

Dari dunia dan seisinya..

Sungai kapuas, 30 Juni ‘09

KalBar

Comments (2)

Rinduku

Rindu ini telah memuncak. Tak terbendung lagi.  Hampir satu minggu ga ada kabar apapun dari nya. Ngga’ ada sms, telf, atau postingan baru di webnya. Aku call, dn sms jg g ada yang masuk. Aku khawatir, takut knp2. Kangeeeeeenn bnget rasanya dengan dia yang jauh disana. Terpisah jarak yang teramat sangat. Karena tuntutan pekerjan, aku harus ada di pontianak, KalBar. Sedang ia masih di Temanggung Jawa Tengah.Oh.. Dua bulan lagi aku akan pulang menjemputnya, hati tak sabar rasanya..

Rabu, 2 Juli ‘09.  Saat semua rasa bercampur menjadi satu, antara kangen, rindu, resah, gelisah, dan khawatir mencapai stadium empat,aku putuskan nanti sore online. Karena kemarin aku baru pulang dari luar kota. Dan paginya aku juga  harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Lagi pula tadi siang juga ada kunjungan dari kantor pusat, jadi ga bisa disambi.

Sorenya, ba’da isya’ aku keluar cari warnet  terdekat. Langit gerimis kecil-kecil. Eh ternyata warnet yang biasanya ngga buka.Padahal itu warnet yang paling deket.terpaksa deh cari yang lain yang agak lumayan dari perumahan. Meh bawa motor, ngga ada motor. Meh bawa mobil, juga lagi dibawa rekan. ya sudah, jalan kaki. Tak apalah, toh juga ga jauh-jauh amat.Amat aja juga ngga jauh,hehe..  Yang jelas, demi rinduku, apapun akan kulakukan.

Rencananya aku meh puas -puasin menumpahkan rindu ini lewat Yahoo Messenger kepadanya. Tapi ternyata dia ngga online. Aku tunggu lama juga ngga ada messege masuk. Sampe jam setengah dua belas malam aku tunggu tetap ga aktif YMnya. Hapenya pun juga ngga aktif. Ini knp? ada apa? Ngga biasanya seperti ini..   Aku jd khawatir bnget. Sayang, what happen with u? Oh I really miz u..

Dengan hati yang kalut aku pulang, karena hujan sudah agak reda walau belum reda sepenuhnya. Kalau pulangnya nanti-nanti, takut hujan deras turun lagi. Hari juga sudah larut malam. Kasian teman-teman kalau aku bangunin buat bukain pintu.Mereka sudah tertidur pulas pasti. Apa lagi gerimis seperti ini.

Di tengah jalan arah pulang, deket simpang empat perumahan, sesuatu terjadi. Aku dicegat beberapa anak nongkrong. Ada lima orang. Mereka minta uang buat beli minuman. Dari mulutnya tercium bau alkohol. Mereka sedang mabuk. Aku bilang uangku sudah habis tinggal 700 perak buat online tadi. Aku keluar cuman bawa uang pas 20rb, dompet aku tinggal dirumah. Tapi mereka ngga percaya. Salah satu darinya menggeledahku. Aku biarkan, karena memang aku ngga bawa dompet. Dompet tidak ditemukan, tapi mereka menemukan hapeku. Hp mau diminta dan aku disuruh ikut menemaninya nongkrong, hal menyebalkan yang paling aku benci yang sering terlihat di sini. Nongkrong sambil minum beberapa merk alkohol. Aku bilang dengan halus bahwa hp nya jangan diambil dan aku juga ngga bisa  ikut nongkrong karena lagi buru-buru.Tapi mereka malah memaksa dan menyeretku. Karena tubuhku amat letih dan capek, emosiku tak dapat kutahan. Adu mulut pun terjadi. Akhirnya perkelahian tak dapat dihindarkan.

Alhamdulillah akhirnya  bisa lolos.

Tapi, meskipun begitu beberapa luka tak bisa dielakkan karena lima lawan satu. Dan dua diantaranya membawa senjata sejenis pisau kecil. Allah masih sayang kepadaku hingga aku bisa selamat dalam keadaan seperti itu. Suasana yang sangat sepi. Yang hanya ada kami berenam. Sampai depan pintu rumah aku mau pingsan, tapi aku tahan. Aku call temen buat bukain pintu. Aji, temenku kaget melihat aku yang awut-awutan mau pingsan. Aku bilang ceritanya besok, sekarang aku capek mau tidur..  Aku lalu masuk kamar dan tertidur dengan beberapa memar di tubuh.

Saat aku menulis postingan inipun , beberapa memar masih terasa. Tapi aku bersyukur karena tidak terlalu parah hingga harus dibawa kerumah sakit. Muda-mudahan bentar lagi sembuh..

Buat sayangku, ayah kangen, ayah sangat merindukanmu sayang..

*Love u

Comments (1)

Dalam…

Dunia, indah memang. Tapi kejam

Tersimpan dalam biduk yang tertahan

Terkayuh dalam dayung sampan

Berjejal dalam lorong-lorong jembatan

Terbual dalam setiap ucapan penguasa


Sebuah nama,sebuah cerita

Tersimpan bat-bait kehidupan

Menyayat hati mengoyak perih

Terseok-seok merajut mimpi


Dunia, kejam memang. Tapi indah

Tersimpan dalam gadis pujaan

Terkayuh dalam sampan kehidupan

Mekar dalam surga cinta

Bersinar dalam warna senja


Sebuh nama, sebuah cerita

Tersimpan indah nada-nada harapan

Berjuang bersama kekasih dalam Tasbih Cinta ..

Comments

Samudera Cinta

Langkah-lngkah rapuh terhapus peluh

Semua resah yang tersembunyi mendesah pergi

Dan kesepian tak lagi menghantui angan

Mawar-mawar layu pun bersemi

Patah tangkai-tangkai mimpi tersambung kembali

Merajut hati yang lama terkoyak perih

Samudera cinta,

Membasuh jiwa yang lama mengering

Menyenandungkan ombak kerinduan

Yang lama menghilang

Karang-karang cacian tak lagi kokoh berdiri

Terhempas keikhlasan hati

Elang pun, tak lagi mengeja semesta sendiri

Merpati kini turut menemani

Samudera cinta,

Menyatukan mereka selamanya bersama..

Kala pagi menyapa desis embun hari yang cerah

Tak ada resah tak ada gelisah,

Hanya nyanyian pagi kokok-kokok ayam

Mulai menggoda elang yang sedang berkasih mesra

Do’a dan harapan selalu mengiringi

Agar tetap bersama merpati

Mengarungi samudera cinta, kekal abadi..

Comments

« Previous entries